Rekomendasi Makanan Khas Bali dan Makanan Legendari Khas Indonesia

Kuliner Legendari dan Cita Rasa Indonesia

Resep kue basah ongol-ongol ubi ungu gurih manis anti gagal

Resep kue basah ongol-ongol ubi ungu gurih manis anti gagal

resep ongol ongol ubi ungu | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net – Jajanan tradisional selalu punya tempat spesial di hati, apalagi kalau dimodifikasi dengan bahan alami yang warnanya menarik mata. Salah satu yang patut dicoba adalah ongol-ongol berbahan dasar ubi ungu yang menghasilkan warna cantik alami tanpa tambahan pewarna buatan sama sekali. Perpaduan tekstur ubi yang lembut dengan kenyalnya tepung tapioka menciptakan sensasi mengunyah yang nikmat, cocok dijadikan teman minum teh atau kopi.

Membuat kue basah ini di rumah ternyata tidak serumit yang dibayangkan dan bahan-bahannya pun sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan terdekat. Kunci utamanya ada pada perbandingan cairan santan dan tepung agar hasilnya tidak terlalu keras atau terlalu lembek saat dipotong nantinya. Yuk, siapkan alat pengukus di dapur dan ikuti takaran pas berikut ini untuk menyajikan camilan manis gurih yang pasti disukai orang di rumah.

Resep Ongol-Ongol Ubi Ungu

Kue tradisional ini mengandalkan ubi ungu kukus yang dihaluskan bersama santan untuk menghasilkan cita rasa manis sekaligus gurih yang seimbang. Penggunaan tepung tapioka berkualitas menjadi kunci agar tekstur akhirnya kenyal sempurna dan tidak mudah hancur saat diangkat dari loyang. Taburan kelapa parut kukus di bagian luar akan melengkapi rasa manis adonan dengan sedikit sentuhan asin yang menggugah selera.

Bahan-bahan

– 300 gram ubi ungu kukus
– 180 gram tepung tapioka
– 120 gram gula pasir
– 400 ml santan (campuran 1 bungkus santan instan 65 ml ditambah air)
– 1/2 sendok teh garam
– 1/2 sendok teh vanili bubuk
– Secukupnya kelapa parut segar (dikukus dengan sedikit tambahan garam untuk taburan)

Cara Membuat

1. Masukkan ubi ungu yang sudah dikukus empuk ke dalam blender bersama air santan, lalu haluskan sampai teksturnya benar-benar lembut tanpa ada potongan kasar.
2. Tuang campuran ubi tersebut ke dalam wadah besar, tambahkan gula pasir, garam, dan vanili bubuk, lalu aduk sampai semua butiran gula larut sempurna.
3. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit ke dalam adonan basah sambil terus diaduk perlahan agar tidak ada tepung yang bergerindil atau menggumpal di dasar wadah.
4. Siapkan loyang yang sudah diolesi tipis dengan minyak goreng agar tidak lengket nantinya, kemudian tuang seluruh adonan ongol-ongol ke dalamnya.
5. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih dan beruap banyak, lalu kukus adonan di dalam loyang selama kurang lebih 30 menit hingga matang merata.
6. Angkat loyang dari dalam kukusan, biarkan ongol-ongol di suhu ruang hingga benar-benar dingin agar teksturnya padat dan set sempurna.
7. Potong-potong ongol-ongol sesuai selera, gulingkan ke dalam kelapa parut kukus hingga seluruh permukaannya terbalur rata, dan sajikan.

Durasi
45 menit

Porsi
5 porsi

FAQ1. Kenapa adonan ongol-ongol sulit dipotong dan selalu menempel di pisau?

Hal ini terjadi jika kita memotong kue saat kondisinya masih panas atau hangat. Tunggu hingga benar-benar dingin di suhu ruang, lalu gunakan pisau yang sudah dilapisi plastik bening atau diolesi sedikit minyak goreng agar potongannya rapi.

2. Apakah tepung tapioka bisa diganti dengan tepung sagu aren?

Bisa, tepung sagu aren justru merupakan bahan baku paling otentik untuk membuat ongol-ongol tradisional versi asli. Penggunaan tapioka di sini ditujukan sebagai alternatif praktis yang lebih mudah dicari, namun tetap memberikan kekenyalan yang pas.

3. Bagaimana caranya agar taburan kelapa parut tidak gampang basi?

Kukus kelapa parut bersama selembar daun pandan yang disimpulkan selama 10 hingga 15 menit sebelum digunakan. Proses pengukusan ini membunuh bakteri pada kelapa mentah sehingga kue bisa lebih awet seharian di luar kulkas.

4. Bisakah kita memakai ubi jalar jenis lain seperti ubi madu atau ubi putih?

Sangat bisa. Penggunaan jenis ubi lain tidak akan mengubah tekstur kenyalnya, namun hasil akhir warna ongol-ongol akan mengikuti warna asli dari ubi jalar yang dipakai.

5. Bolehkah adonan diblender sekalian bersama tepung tapiokanya?

Sebaiknya dihindari, karena putaran mesin blender yang panas bisa membuat tepung tapioka menjadi agak matang sebelum dikukus, sehingga adonan menjadi kental, melar, dan sulit dituang ke dalam loyang.

(brl/tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *